Barito Kuala, 17 April 2025 – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui kegiatan ekspose Inventarisasi Gas Rumah Kaca (IGRK) tahun 2025 menunjukkan komitmen serius dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat basis data emisi serta menyusun strategi pengurangan emisi berbasis data yang akurat dan terverifikasi.

Kegiatan ini mempresentasikan hasil penyusunan laporan IGRK Kabupaten Barito Kuala tahun 2023, serta memaparkan metode dan capaian inventarisasi hingga tahun pelaporan. Proses penghitungan emisi dilakukan dengan menggunakan pedoman IPCC GL 2006, serta SIGN-SMART KLHK, yang mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan.

Metodologi yang digunakan mengacu pada rumus dasar perhitungan emisi:

Emisi/Serapan GRK = Aktivitas Data (AD) × Faktor Emisi (EF)

Data aktivitas disusun dari seri data historis (2010–2024), proyeksi skenario Business As Usual (BAU) hingga 2030, serta data aksi penurunan emisi GRK sesuai komitmen NDC (Nationally Determined Contribution) 1 dan 2. Selain itu, penyusunan faktor emisi lokal dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga dan universitas guna meningkatkan akurasi data.

Hasil Inventarisasi Per Sektor

Laporan IGRK 2023 mencakup emisi dari empat sektor utama: energi, limbah, pertanian, dan kehutanan. Total emisi GRK pada tahun 2023 mencapai 30.021.078 ton CO₂-eq, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor kehutanan.

Distribusi kontribusi emisi berdasarkan sektor:

Kehutanan: 79,0%

Pertanian: 13,4%

Limbah: 2,1%

Energi: 5,5%

Angka ini menunjukkan pentingnya penanganan emisi dari sektor penggunaan lahan dan kehutanan (FULO) sebagai prioritas penurunan emisi di wilayah Barito Kuala.

Langkah Selanjutnya

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama mengenai urgensi pengendalian emisi GRK. Data hasil IGRK juga diharapkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat daerah, serta mendukung pelaporan nasional yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala berkomitmen untuk terus mengembangkan kapasitas teknis, memperkuat kelembagaan, serta melibatkan lebih banyak pihak dalam proses pengendalian emisi, sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap target iklim nasional dan global.